Translate

Sunday, November 17, 2019

TERLANJUR INDONESIA (2)

Terlanjur Indonesia (2)


Soto bukan nama produk.seperti susu yang tidak punya bahan lain,soto berangkat dari definisi yang rumit,seperti nasi,kuah,mie,potongan ayam,gubis,koyah,serta bahan lain.artinya soto bisa disebut soto bila mana struktur dan komposisi sisinya melengkapi,yang soto sendiri sebenarnya benar-benar tidak ada dalam bentuk dan asalnya.nama memang sebuah keniscayaan yang terjadi ketika ke_majemukan itu men_jadi atau ter_wujud

Indonesia bukan barang jadi atau tempat yang sudah jadi.indonesia datang dari Borneo,Jawa, Sumatra, Papua,Riau,dan Djakarta,sedangkan Indonesia sendiri letaknya dimana.?kita mafhum soal itu sebab nama sebuah pengejawantahan definisi.dan mau tidak mau menjadi semacam sebutan untuk tempat dan kita sepakati itu sebagai"NEGARA"kita setiap hari dan saben waktu orang bingung soal Indonesia (bingung dengan sesuatu yang tidak ada)sebab dalam kaitannya dengan manusia mengkhayalkan Indonesia itu benar-benar sesuatu yang nyata.

Semenjak Indonesia dirumuskan sebagai negara.orang2 penting bermunculan untuk andil dalam segala bidang,melayani hubungan nya dengan manusia.bahkan bisa menjadi tukang restu mana yang pantas menjadi pemimpin mana yang sekedar kuli, sedemikian rupa nya orang berkhayal didunia dongeng sehingga membuat birokrasi dan partai-partai didalam Indonesia yang letaknya tidak kita jumpai di Jawa timur ini.

Setelah meng_indonesiakan pulau-pulau Nusantara,orang2 itu nampaknya ketakutan, kalau-kalau ada yang berusaha menjebol atau BEDOL NEGORO.maka mereka membikin pagar untuk yang selain itu masuk.dirumuskan nya"NKRI"agar orang faham dan mengerti bahwa mereka berada dalam ruang dan khayalan tentang Indonesia.tempat yang bakalan eksis hingga hari kiamat kelak,dalam mimpi mereka.

@khirata

Wednesday, November 13, 2019

TERLANJUR INDONESIA (1)

TERLANJUR INDONESIA(1)


Akhir-akhir ini negara +62 tampak nya kebingungan soal rumus dasar,berbagai persepsi muncul kepermukaan bahwa orang yang benar-benar di anggap cinta tanah air adalah mereka yang berteriak aku"NKRI"aku "Pancasila" Indonesia harga mati"dan bla bla Bla  yang lain.dengan menyelenggarakan beberapa proyek pemiskinan masa depan.serta pengerukan tak habis-habis pada isi alam

Ummat manusia yang diujungtombaki oleh kepemimpinan Lembaga Negara-Negara dengan mesin-mesin raksasa Industri melampiaskan nafsu keserakahannya untuk memboros-boroskan kekayaan Bumi dengan kadar rasa terima kasih yang sangat tidak memadai kepada Pemilik-Nya, atau tanpa rasa syukur, bahkan tanpa ingatan bahwa yang mereka rakusi adalah hak milik Allah Swt.

Ummat manusia merampok kekayaan yang dihamparkan oleh Allah Swt untuk berbagi dengan miliaran anak cucu mereka di masa depan. Setiap generasi ummat manusia menguras serakus-rakusnya jatah anak cucu itu dengan pura-pura tidak bisa menghitung bahwa mereka sedang melakukan proses massal pemiskinan masa depan

Kita bisa apa?sebab sudah sedemikian rupa nya mahluk Allah yang bernama manusia itu meng_indentitaskan diri nya sebagai Khalifah indonesia sebagai pemegang serta pengeksekusi alam Indonesia.mau tidak mau kita harus tunduk pada keputusan yang tidak ada untungnya bagi generasi Adam selanjutnya.saben hari di tambang,saben hari pula pemalsuan atas nama ke_makmuran di suarakan di seantero jagad Nusantara.mulai dari yang belajar memakan sampai dari ratu yang berkuasa atas hak tanah rakyat Indonesia.Dan anak-anak bayi yang tumbuh dewasa dan pandai menambang itu kita sebut sebagai pemimpin atau kepala.

@khirata